Georgia Kembali Gunakan Suntikan Untuk Eksekusi Mati

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 18 Juni 2014, 14:26 WIB
rmol news logo Negara bagian Georgia menggelar eksekusi pertama di Amerika Serikat sejak eksekusi mati menggunakan suntikan gagal dilakukan di Oklahoma pada April lalu.

Terpidana yang dieksekusi mati adalah Marcus Wellons yang melakukan pemerkosaan dan pembunuhan pada tahun 1989 lalu tewas seketika dengan satu kali suntikan mati pada Selasa malam (17/6).

Sejumlah negara bagian Amerika Serikat seperti Oklahoma, Georgia, Florida, dan Missouri mengenal eksekusi dengan menggunakan suntikan. Namun negara-negara tersebut menolak menjelaskan dari mana obat suntik mati itu berasal.

Seperti dikutip BBC, Georgia dan Missouri menggunakan obat penenang tunggal pentobarbital. Sedangkan Florida menggunakan kombinasi tiga jenis obat yakni hidroklorida midazolam, vecuronium bromida dan kalium klorida.

Sebelumya eksekusi mati dengan menggunakan jarum suntik pernah gagal dilakukan di Oklahoma terhadap seorang terpidana bernama Clayton Lockett April lalu. Namun pada akhirnya ia meninggal akibat serangan jantung. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US