Dalam video tersebut menunjukkan sejumlah pejuang Taliban berjalan bersama Bergdahl menuju helikopter milik tentara AS sambil memegang bendera putih.
Bergdahl kemudian diserahkan kepada pasukan AS setelah berjabat tangan dengan pejuang Taliban.
Seperti dilansir
Al Jazeera, pejabat Kementerian Pertahanan AS mengakui bahwa pihaknya mengirimkan pasukan khusus dalam proses penjemputan Bergdahl.
"Untungnya, tidak ada tembakan," kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel dalam sebuah pernyataan, sehari setelah pembebasan Bergdahl (Minggu, 1/6).
Diketahui, Bergdahl yang ditahan Taliban sejak tahun 2009 lalu dibebaskan pada Sabtu (31/5) untuk ditukar dengan lima pejabat senior Taliban yang ditahan di Teluk Guantanamo dalam kesepakatan yang diperantarai oleh Qatar.
Bergdahl sendiri saat ini berada di fasilitas militer AS di Jerman.
Pejabat tinggi militer AS Jenderal Martin Dempsey mengatakan bahwa Bergdahl bisa dikenai hukuman disiplin bila terbukti bersalah setelah anggota unitnya mengklaim bahwa penangkapan Bergdahl terjadi setelah ia meninggalkan pos jaganya tahun 2009 lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: