Melemahnya pertumbuhan ekonomi India disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain adalah sektor manufaktur yang mengalami konstraksi sehingga hanya tumbuh sebesar 1.4 persen. Selain itu, sektor pertambangan juga menyusut sebesar 0.4 persen.
Hanya sektor pertanian yang meningkat di angka 6.3 persen.
"Melemahnya pertumbuhan kuartal sebagian besar disebabkan oleh kelemahan dalam investasi, tertahan oleh lonjakan suku bunga tahun lalu, pertumbuhan kredit yang lambat, dan sentimen membuat lebih pesimis oleh volatilitas rupee," kata seorang pakar keuangan dari PNC Financial Services Group, Bill Adams.
Seperti dilansir
BBC (Jumat, 30/5), perekonomian terbesar ke tiga di Asia itu telah terbebani dalam beberapa tahun terakhir oleh tingginya inflasi, melemahnya mata uang, serta jatuhnya investasi asing.
Dua tahun lalu, pertumbuhan ekonomi India tumbuh besar 8 persen. Dengan pertumbuhan tingkat ini maka India perlu menyediakan pekerjaan yang cukup bagi penduduk India yang juga tumbuh. Ekonom memperkirakan bahwa setidaknya India membutuhkan 10 juta pekerjaan baru setiap tahunnya.
Namun pemerintah India sebelumnya gagal memenuhi target tersebut.
Berdasarkan data, antara tahun 2004-2005 dan 2011-2012 hanya terdapat 53 juta pekerjaan baru diciptakan.
Namun banyak ekonom yang optimis dan berharap perkonomian serta lapangan pekerjaan baru India dapat meningkat di bawah pemerintahan baru, Narendra Modi.
[mel]
BERITA TERKAIT: