Kericuhan terjadi di Ukraina Timur, di mana kelompok separatis pro-Rusia menolak adanya pemilu dan mengancam akan mengacaukan proses pengambilan suara.
Seperti dilansir
BBC, hanya tujuh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di wilayah Donetsk, sementara di Horlivka tidak ada TPS yang tersedia.
Dalam pemilu kali ini, 18 capres akan bertarung untuk menjadi sosok yang diharapkan mampu mempersatukan kembali negara itu.
Menurut survei Petro Poroshenko yang dikenal sebagai "raja cokelat" diprediksi menjadi pemenang, sementara mantan perdana menteri Yulia Tymoshenko berada di peringkat dua.
Untuk mendapatkan kemenangan mutlak, capres harus mendapatkan lebih dari 50% suara agar terpilih menjadi presiden. Jika tidak, maka pemilu putaran kedua akan dilakukan pada 15 Juni mendatang.
[dem]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: