"Kami belum menemukan apa pun, dan kapal akan melanjutkan pencarian sampai mereka memverifikasi semua informasi yang tersedia," kata direktur intelijen angkatan laut Bangladesh, Rashed Ali kepada
CNN.
Pencarian di Teluk Benggala itu dilakukan oleh Bangladesh menyusul informasi yang didapatkan dari kapal-kapal milik sebuah perusahaan Australia, GeoResonance yang mengklaim telah menemukan jejak pesawat yang mungkin milik MH370 di wilayah tersebut.
Pihak GeoResonance sendiri menyebut bahwa pihaknya tidak yakin apakah puing-puing yang ditemukan oleh kapal-kapal miliknya adalah milik MAS MH370 yang hilang itu atau bukan. Karenanya, perusahaan itu meminta pejabat berwenang untuk menindaklanjuti informasi tersebut.
Namun pejabat Australia tidak menindaklanjuti klaim tersebut. Kendati demikian, Malasysia masih mempertimbangkan informasi tersebut.
Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein menyebut bahwa pihaknya tengah mempertimbangakn untuk mengirim kapal ke wilayah tersebut untuk melakukan pencarian, sekalipun ia mengakui bahwa kemungkinan kapal ditemukan sangat kecil.
[mel]
BERITA TERKAIT: