Hal tersebut diserukan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidatonya untuk memperingati hari perempuan (Minggu, 20/4).
Rouhani mengecam setiap tindakan diskriminasi seksual. Ia mengkritik pihak-pihak yang menganggap kehadiran perempaun dalam masyarakat sebagai ancaman.
"Kami tidak akan menerima budaya diskriminasi seksual," kata Rouhani dalam acara National Forum on Women Shaping Economy and Culture di Tehran seperti dilansir
BBC.
Ia juga menegaskan bahwa Iran masih memiliki jalan dalam menjamin tegaknya kesetaraan gender.
"Perempuan harus menikmati kesempatan yang sama, perlindungan yang sama dan hak sosial yang sama," kata Rouhani.
"Menurut aturan Islam, laki-laki bukanlah jenis kelamin yang kuat dan wanita bukanlah (jenis kelamin) yang lemah," lanjutnya.
Untuk diketahui, seperti laporan Amnesti Internasional tahun 2013, Iran memiliki catatan buruk tentang penegakkan hak perempuan, seperi dalam perkawinan, perceraian, warisan, hak asuh anak, kebangsaan, ataupun perjalanan internasional.
[mel]
BERITA TERKAIT: