Gempa bumi yang menimpa negara kepulauan di Samudera Pasifik tersebut diketahui berasal dari kedalaman 58 km.
Menurut analisa dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpotensi tsunami, namun tidak berdampak hingga wilayah Indonesia.
Sementara itu, Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) mengeluarkan peringatan bahwa gempa dapat menimbulkan tsunami lokal di daerah sekitarnya yaitu Vanuatu, dan Papua Nugini.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui situs resminya (Minggu, 13/4) menghibau angar masyarakat tidak panik.
Ia menekankan bahwa baik BMKG maupun BNPB akan selalu menyampaikan informasi terkait gempa bumi dan tsunami secara resmi.
Sutopo juga menyebut bahwa pengembangan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) masih terus dilakukan pemerintah Indonesia. Pelaksanaan Masterplan Pengurangan Risiko Bencana Tsunami juga terus dilakukan.
[mel]
BERITA TERKAIT: