Operasi penertiban yang dilakukan sejak subuh itu seketika dibalas dengan protes dan lemparan baru dari sejumlah penduduk di lokasi hunian liar itu.
Sebanyak 1.500 personil keamanan terlibat dalam operasi untuk mengusir hampir 5 ribu orang yang mendiamai secara liar lahan milik perusahaan telekomunikasi.
Selain melempari polisi dengan batu, sejumlah warga juga ada yang berlari membawa benda berharga miliknya untuk menyelamatkan diri.
Polisi membalas lemparan batu dengan gas air mata serta granat kejut.
Di tengah kerumuman penduduk liar, dikabarkan terdapat juga ratusan anak-anak. Demikian seperti dilansri
BBC.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: