Dengan rancangan tersebut, pemerintah Jepang akan mulai menghidupkan sejumlah reaktor nuklir yang sebelumnya diberhentikan.
Rancangan tersebut menjadi kontroversial karena dibuat di tengah keresahan masyarakat atas kebocoran reaktor nuklir Fukushima.
Rancangan kebijakan itu sekaligus memutarbalikkan kebijakan pemerintah sebelumnya untuk memutuskan setahap demi setahap kekuatan nuklir di Jepang.
Namun Menteri Perdagangan dan Industri Jepang Toshimitsu Motegi menyebut bahwa kebijakan tersebut realistis.
"Kami bertujuan untuk memilih sistem pasokan energi yang realistis, pragmatis dan seimbang," kata Motegi seperti dilansir
BBC.
Berdasarkan rancangan tersebut, pemerintah akan mengaktifkan kembali pembangkit listrik tenaga nuklir yang sebelumnya sulit memenuhi standar regulasi.
Namun rancangan itu tidak secara spesifik kombinasi energi Jepang di masa mendatang. Namun pemerintah berjanji untuk meningkatkan ketergantungan pada energi terbarukan.
[mel]
BERITA TERKAIT: