Hal tersebut diserukan oleh Menteri Dalam Negeri Ukraina, Arsen Avakov.
"Ada dua cara yang berlawanan untuk menyelesaikan konflik ini, (yakni) dialog politik dan pendekatan berat tangan (kekuatan bersenjata). Kami siap untuk keduanya, " kata Avakov seperti dilansir
CNN.
Diketahui bahwa protes menuntut separatisme di wilayah Ukraina bagian timur telah berlangsung di kota Donetsk, Luhansk, dan Kharkiv pada Minggu (6/4).
Pengunjuk rasa pro-Rusia tersebut menduduki sejumlah gedung pemerintahan untuk mengibarkan bendera Rusia dan menyerukan referendum pemisahan diri dari Ukraina 11 Mei mendatang.
Sehari sebelumnya (Selasa, 8/4) Rusia juga mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa setiap penggunaan kekuatan untuk menindak protes di wilayah Ukraina timur yang berbatasan dengan Rusia itu dapat menyebabkan terjadinya perang sipil.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: