"Kami menyampaikan pesan kepada AS melalui Menlu AS yang saat ini ada di Indonesia, jangan selalu campuri urusan dalam negeri negara-negara berkembang terutama Venezuela, yang saat ini sedang menghadapi isu kudeta," ujar Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lamen Hendra Saputra dalam rilisnya, Minggu (16/5).
Beberapa hari terakhir, di Venezuela telah terjadi upaya kudeta oleh kelompok fasis oposan kanan yang dipimpin oleh Leopoldo Lopez, pemimpin gerakan "Keinginan Rakyat" dengan menggerakkan massa untuk melawan pemerintah.
Leopoldo lopez juga pernah terlibat dalam upaya menggulingkan mantan Presiden Hugo Chavez sebelumnya. Ini kali kedua dari pertempuran heroik yang dikenal sebagai La Victoria, mirip dengan yang terjadi pada 11 April 2002 pada waktu itu. Upaya kudeta diperkuat oleh pemerintah kaki tangan neoliberal AS dan media korporasi, sebagai bagian dari kudeta, tak ubahnya pun yang terjadi kali ini.
"Itu tindakan yang tidak dibenarkan karena insiden kekerasan telah menyebabkan kematian, puluhan luka-luka, serangan terhadap lembaga-lembaga publik, pembakaran, penghancuran kendaraan, dan sebagainya," ungkap Lamen.
Ia menambahkan, pihaknya kembali menegaskan dukungan tanpa batas bagi para pemberani, upaya konkret yang dilakukan oleh Presiden Maduro dan kepemimpinan politik-militer dari Revolusi Bolivarian untuk menjaga perdamaian, dan mengintegrasikan semua sektor masyarakat.
[rus]
BERITA TERKAIT: