
Kelompok oposisi utama Suriah, akhirnya sepakat untuk mengikuti perundingan damai Jenewa II di Montreux, Swiss, pekan depan. Pertemuan ini bertujuan untuk memulai proses perancangan pemerintahan transisi yang diharapkan dapat menghentikan perang di Suriah.
Keputusan itu didapat setelah Pemimpin Koalisi Nasional Suriah Ahmad Jarba mengatakan, kelompoknya akan datang tanpa tawar-menawar mengenai prinsip-prinsip revolusi. Mereka juga percaya perundingan kali ini bukan akal-akalan Presiden Bashar al Assad.
"Meja perundungan bagi kami adalah jalan untuk mencapai tuntutan revolusi," katanya sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 19/1).
Disatu sisi, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyambut baik keputusan kelompok oposisi itu. Kerry malah menganggap keputusan itu sebagai langkah yang berani.
"Ini adalah langkah berani yang diambil untuk kepentingan semua rakyat Suriah yang telah sangat menderita di bawah kebrutalan rezim Assad dan perang sipil tanpa akhir," ujar pengganti Hillary Clinton itu.
Konflik yang berlangsung selama tiga tahun ini telah menewaskan lebih dari 100.000 orang. Sementara itu, diperkirakan dua juta orang mengungsi meninggalkan Suriah dan 6,5 juta warga terlantar di dalam negeri.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: