Dukungan tersebut disampaikan SBY kepada Yingluck melalui sambungan telepon dari Jakarta, hari ini (Selasa, 17/12).
"Presiden menyampaikan kepada PM Thailand Yingluck dukungan bagi penyelesaian masalah di Thailand dengan cara demokratis," kata Presiden SBY seperti dikabarkan lewat situs Sekretariat Kabinet RI, Selasa, (17/12).
Sikap Presiden SBY itu merupakan yang pertama kali disampaikan secara terbuka di antara para pemimpin negara-negara ASEAN dalam menghadapi krisis di Thailand.
Sebelumnya saat berada di Tokyo, Jepang, Presiden SBY didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam dan Menlu Marty Natalegawa telah bertemu Deputy PM Thailand yang mewakili PM Yingluck dalam KTT ASEAN-Jepang. Saat itu juga, SBY menyampaikan dukungan Indonesia terhadap langkah PM Thailand Yingluck Shinawatra menyelesaikan masalah dalam negerinya dengan cara damai.
Diketahui, menyusul desakan mundur dari pihak oposisi yang dipimpin Suthep Thaugsuban, PM Thailand Yingluck Shinawatra telah membubarkan parlemen, dan menawarkan percepatan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) pada Februari 2014. Yingluck menolak mundur, dan juga menolak desakan pembentukan Dewan Rakyat karena dinilai tidak konstitusional.
Sementara pihak opisisi yang dipimpin Suthep Thaugsuban tidak bergeming dari tuntutannya yang meminta Yingluck mundur, kemudian dibentuk Dewan Rakyat untuk menyelenggarakan Pemilu. Suthep menolak tawaran Yingluck menggelar Pemilu, sebelum Yingluck mundur dan dibentuk Dewan Rakyat untuk menyelenggarakan Pemilu.
[rus]
BERITA TERKAIT: