Rouhani mengatakannya sebelum berkunjung ke markas PBB di New York, Amerika Serikat, dikutip dari
The Guardian. Rouhani juga menekankan bahwa pemerintahannya memiliki kekuatan dan otoritas penuh atas program nuklir dalam negeri. Namun, ia memastikan bahwa Iran tidak akan membuat senjata nuklir dan tidak akan memicu timbulnya konflik regional.
"Kami tidak akan pernah membuat senjata pemusnah massal, termasuk senjata nuklir," tegas Rouhani, pada Rabu malam (18/9) dalam wawancara pertamanya dengan wartawan Barat sejak menduduki kursi nomor satu di Iran.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa penggunaan senjata nuklir Iran hanya ditujukan untuk teknologi damai.
"Kami tidak pernah berupaya membuat bom nuklir. Kami hanya mencari teknologi nuklir damai," lanjutnya.
Meski Iran telah lama bersikeras menyatakan bahwa negaranya memiliki tujuan damai dalam program nuklirnya, namun terobosan Rouhani dengan tampil di publik Amerika Serikat tersebut diharapkan dapat membentuk perbaikan hubungan dengan Amerika Serikat, terutama di seputar isu nuklir.
Presiden Obama dan Rouhani baru-baru ini diketahui saling berkirim surat setelah pemilihan umum Iran, dan keduanya kemungkinan akan bertemu di sela-sela sidang umum PBB pekan depan.
Rouhani juga muncul beberapa waktu lalu untuk memberikan komentarnya terkait kebijakan Obama terhadap Suriah. Ia mengatakan, solusi diplomatik tidak berarti menunjukkan kelemahan jika dibandingkan dengan opsi aksi militer.
"Kami mempertimbangkan kelemahan perang, dan setiap pemerintahan yang memutuskan untuk membentuk perdamaian maka kami hormati," kata pengganti Ahmadinejad tersebut.
Namun ia menolak memberikan komentar lebih jauh mengenai peran Iran terhadap masalah senjata nuklir Suriah yang baru-baru ini ditengahi oleh Rusia.
"Kami adalah salah satu negara di kawasan yang berusaha perdamaian dan stabilitas dan penghapusan senjata pemusnah massal," ungkapnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: