Serangan bom teranyar itu terjadi pada Sabtu (10/8) malam waktu setempat. Bom dengan dahsyat menghantam kafe, pusat perbelanjaan dan taman saat warga tengah merayakan Lebaran. Akibatnya, sebanyak 57 orang tewas dan 150 lainnya mengalami luka-luka.
Pemerintah Amerika Serikat berang melihat aksi ini. Selain mengutuk pelaku penyerangan, AS juga menyebut mereka sebagai "musuh-musuh Islam" yang harus diperangi bersama.
"Para teroris yang melakukan tindakan ini adalah musuh Islam dan musuh bersama dari Amerika Serikat, Irak, dan masyarakat internasional," kata Departemen Luar Negeri AS sebagaimana dilansir
Reuters (Minggu, 11/8).
Menanggulangi insiden ini terjadi kembali, pihak AS pun mengulang kembali tawaran hadiah 10 juta dolar AS kepada orang yang memberikan informasi mengenai keberadaan pemimpin al Qaeda Abu Bakr al Baghdadi yang diduga sebagai otak di balik penyerangan tersebut.
"Ia terlibat dalam serangkaian serangan di Irak sejak tahun 2011, dan mengaku bertanggung jawab atas operasi=operasi terhadap penjara Abu Ghraib dekat Baghdad, serangan bom bunuh diri terhadap Kementerian Kehakiman, dan serangan-serangan-lain terhadap pasukan Irak dan warga Irak," kata JuruBicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaaki.
[ian]
BERITA TERKAIT: