Hal ini didapat setelah Imam Besar Al Azhar, Sheikh Ahmed al Tayyib berencana mengumpulkan dua kekuatan politik yang berbeda pandangan ini, untuk duduk bersama mencari solusi mengakhiri krisis politik di Negeri Piramida itu.
"Saya berharap bisa mengawasi pertemuan rekonsiliasi nasional tersebut," ujar dia, sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 11/8).
Pada hari Sabtu (10/8), para pejabat dari Al Azhar mengaku telah meminta tokoh-tokoh politik Mesir untuk bergabung dengan pertemuan rekonsiliasi nasional yang akan diawasi oleh imam besar.
Ide ini tercetus setelah selama tiga hari terakhir atau tepatnya selama perayaan Idul Fitri jumlah korban tewas membengkak. Lebih dari 250 orang, yang sebagian besar adalah pendukung Morsi, telah tewas dalam bentrokan yang terjadi sejak militer mengkudeta pemimpin pertama yang terpilih secara demokratis di Mesir pada 3 Juli lalu.
Al Azhar merupakan lembaga yang dihormati di Mesir. Universitas Islam ternama ini juga memiliki keberhasilan mempersatukan gejolak Mesir pada aksi penggulingan presiden diktator Hosni Mubarak, 2011 lalu.
[ian]
BERITA TERKAIT: