Bangunan itu ditempati beberapa pabrik garmen, berlokasi di Savar. Ini kejadian tragis bagi Bangladesh, eksportir garmen terbesar kedua dunia setelah China.
Kecelakaan ini terjadi setelah lima bulan terjadi kebakaran di pabrik pakaian, Fashion Tazreen, yang menewaskan 112 orang.
Insiden rubuhnya bangunan itu, kembali memunculkan pertanyaan mengenai keamanan kerja di sana. Pasalnya, pekerja mengaku tetap disuruh bekerja meski ditemukan retakan di bangunan itu, Selasa (23/4).
Petugas penyelamat terus berusaha mencari pekerja yang masih terperangkap di reruntuhan bangunan. Sekitar 100 orang dikhawatirkan terperangkap di antara puing-puing.
“Jumlah korban tewas yang kami terima 82 orang. Setidaknya 700 orang juga tengah dirawat,†kata Hiralal Roy, dokter senior di unit gawat darurat rumah sakit Enam, Dhaka, kemarin. Insiden gedung ambruk kerap terjadi di Bangladesh akibat pengembang nakal yang melanggar aturan pembangunan di gedung bertingkat.
Lebih dari 70 orang tewas setelah sebuah pabrik garmen bertingkat runtuh pada tahun 2005. Kemudian pada November 2012, sedikitnya 13 orang tewas setelah jalan layang yang tengah dibangun, ambruk di kota Chittagong. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: