Milisi al Shahab Mengaku Mampu Kuasai Keadaan Pasca Dibombardir Perancis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 12 Januari 2013, 16:41 WIB
Milisi al Shahab Mengaku Mampu Kuasai Keadaan Pasca Dibombardir Perancis
ist
rmol news logo Pasukan komando Perancis akhirnya menggelar operasi pembebasan sandera dengan membombardir markas milisi al Shabab di Bulo Marer, Somalia. Namun demikian, milisi al Shahab mengaku mampu menguasai keadaan usai pertempuran berakhir.

Milisi al Shabab diyakini menyandera seorang warga Perancis yang diketahui sebagai seorang agen rahasia bernama Denis Allex. Ia diculik pada Juli 2009 bersama seorang rekannya yang kemudian telah dibebaskan terlebih dahulu.

Operasi hanya ini berlangsung beberapa jam saja setelah Perancis mengumumkan akan memulai intervensi militer di Mali dengan tujuan membantu pemerintahan setempat melawan milisi al Shahab.

Pejabat intelejen Somalia mengatakan pasukan komando Perancis telah menyerang salah satu dan pos penjagaan markas al Shabab.

Seorang saksi, Idris Youssouf, mengatakan bahwa serangan yang berlangsung dini hari tersebut telah menewaskan sedikitnya tiga warga sipil.

"Pagi ini saya melihat beberapa jenazah temasuk seorang pria kulit putih,'' ujar Youssouf sebagaimana diberitakan BBC (Sabtu,12/1).

Sementara itu, sebuah situs berita Somali Memo, yang dikenal sebagai media pendukung al Shabab, memberitakan bahwa para milisi bertempur melawan komando Perancis. Dan setelah pertempuran usai, situasi di kota itu kembali tenang karena milisi berhasil menguasai keadaan.[ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA