TPS telah dibuka sejak pukul 07.00 waktu setempat di seluruh Negeri Sakura itu untuk pemilihan majelis rendah, dimana partai besar Jepang sedang berlomba-lomba untuk memperebutkan kursi perdana menteri.
Para analis Jepang berpendapat bahwa hasil pemilu kali ini akan mengembalikan kekuasaan partai konservatif sebagai pemegang tampuk pemerintahan setelah tiga tahun malang melintang.
Hal ini dikarenakan, lanjut para analis itu, Pemerintah Perdana Menteri Yoshihiko Noda diperkirakan akan mengalami kekalahan dari satu elektorat yang akan membuatnya harus menyerahkan kendali kekuasaan kepada Partai Demokrat Liberal (LDP).
Mantan Perdana Menteri Shinzo Abe tengah dipersiapkan untuk kembali berkuasa. Ia dalam setiap kampanyenya selalu digambarkan sebagai penganut garis keras dalam kebijakan luar negeri.
Meski saat menjabat sebagai perdana menteri secara singkat di tahun 2006-2007 dan berakhir memalukan, Abe tetap yakin dia mampu mengemban kembali tugas sebagai kepala pemerintah di Jepang.
Jika terpilih kembali, Abe berjanji untuk mengatasi kelesuan ekonomi Jepang yang telah menderita deflasi selama bertahun-tahun, hal ini juga diperparah dengan pelonjakan mata uang, Yen, yang telah diperas eksportir.
"Dengan kebijakan moneter yang kuat, kebijakan fiskal dan kebijakan pertumbuhan, kita akan mengakhiri deflasi ini, memperbaiki yen yang tinggi, dan menumbuhkan perekonomian," janji Abe, seperti dikutip
al Jazeera (Minggu, 16/11).
Diperkirakan hasil akhir pemilu ini akan disampaikan tak lama setelah kotak suara disegel pada pukul 20.00 waktu setempat.
[ian]
BERITA TERKAIT: