Kabinet itu juga menyetujui pengiriman 360 tentara Belanda untuk mengoperasikan rudal-rudal itu.
"Kabinet telah memutuskan untuk segera mengirimkan dua rudal Patriot Belanda guna berkontribusi dalam perlindungan sekutu NATO kami, Turki," ujar pemerintah Belanda dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip
AFP (Sabtu, 8/12).
Pengerahan rudal Patriot ini sedianya akan berlangsung selama 1 tahun. Namun demikian pemerintah Belanda mengaskan bahwa rudal-rudal ini tak boleh digunakan secara ofensif.
"Tujuan pengerahan Patriot bukan untuk menerapkan zona larangan terbang ataupun untuk melakukan serangan-serangan," ujar Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, usai sidang mingguan kabinet.
Pengiriman ini merupakan wujud komitmen NATO yang telah menyetujui permintaan Turki atas pengiriman rudal-rudal Patriot untuk mengantisipasi adanya kemungkinan serangan atas Suriah.
Belanda adalah negara kedua NATO yang pemerintahnya telah menyetujui pengiriman rudal-rudal Patriotnya ke Turki setelah Jerman menumumkan persetujuan yang sama pada Kamis (6/12) lalu.
[ian]
BERITA TERKAIT: