Dilansir al Jazeera (Minggu, 1/12), para kandidat Syiah meraih 17 dari 50 kursi di parlemen. Ini merupakan hasil terbesar yang pernah mereka peroleh.
Meski demikian pemilihan ini telah diboikot oleh oposisi yang didominasi Sunni. Imbauan boikot diserukan sebagai protes terhadap amendemen undang-undang pemilu yang dilakukan pada bulan lalu, yaitu dekrit 19 Oktober yang dikeluarkan Emir Sheikh Sabah al Sabah, untuk mengukuhkan dominasi keluarga Sabah dalam pemerintahan Kuwait.
Hingga perhitungan pemilu selesai oposisi masih menganggap majelis baru itu tidak sah karena kehadiran pemilih yang sangat sedikit.
Penduduk Kuwait saat ini berjumlah 1,2 juta, sekitar 30 persennya adalah penganut Syiah.
Syiah memiliki sembilan kursi dalam parlemen yang dipilih tahun 2009 dan tujuh kursi dalam parlemen yang dipilih Februari lalu, yang kemudian dibubarkan oleh satu keputusan pengadilan.
[ian]
BERITA TERKAIT: