Isu yang beredar dari surat kabar Jepang, Asahi Shimbun, beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa Korut berupaya untuk material nuklir untuk pengayaan atau bahkan untuk pengembangan rudal. Materi-materi nuklir itu dikirim melalui China ke Myanmar.
Menurut surat kabar itu, pihak berwenang Jepang berhasil menyita pipa besi dan aluminium dengan spesifikasi tinggi. Penyitaan ini dilakukan Jepang atas permintaan AS, saat kapal yang membawa kargo itu berlabuh di Tokyo, Agustus lalu.
Untuk membuktikan kebenaran berita tersebut, AS melalui Senator Richard Lugar mengirim surat kepada Presiden Myanmar Thein Sein untuk membuka materi yang dikirim Korut ke Myanmar. Lugar juga mendesak Presiden Thein Sein untuk memberi tahu untuk apa bahan-bahan nuklir tersebut dikirim ke Myanmar. Demikian diberitakan
Associated Press, (Sabtu, 1/12).
Laporan mengenai penyitaan adanya bahan nuklir ini menimbulkan kekhawatiran apakah Myanmar akan menepati janjinya untuk memutuskan hubungan militer dengan Korut. Pasalnya, selama ini Korut diyakini telah memberikan bantuan teknologi rudal balistik secara rutin untuk Myanmar
.[ian]
BERITA TERKAIT: