Selain itu, pencitraan foto satelit juga adanya pengiriman bagian-bagian roket menuju situ peluncuran itu. Namun demikian belum dipastikan kapan roket itu diumumkan akan diluncurkan.
Banyak pihak yang merasa tindakan Korut ini hanyalah gertakan untuk mempengaruhi stabilitas politik Korea Selatan yang akan melakukan pemilu pada bulan ini. Selama ini Korut seringkali mengeluarkan propaganda untuk mempengaruhi jalannya proses pemilu di Korsel.
Kritikan Korut tersebut seringkali ditujukan kepada kandidat presiden dari kelompok konservatif, Park Geunhye. Korut selama ini mengkritik kelompok konservatif di Korsel karena dianggap telah memperburuk hubungan antara kedua negara Korea.
“Korut tahu program peluncuran roketnya terus diamati oleh pihak luar, bisa saja persiapan ini hanya sebuah gertakan. Saya tidak yakin dalam waktu kurang dari setahun Korut dapat memperbaiki kesalahan yang menggagalkan peluncuran roketnya yang sebelumnya,†ujar David Wright, seorang ahli roket AS, seperti dikutip
Associated Press (Sabtu, 1/12).
Pada bulan April lalu, Korut telah melakukan peluncuran roket yang gagal karena roket tersebut meledak beberapa saat setelah diluncurkan. Tidak diketahui apakah ahli roket Korut telah memperbaiki kesalahan yang mengakibatkan kegagalan itu.
Peluncuran roket pada April lalu membuat Perserikatan Bangsa Bangsa meningkatkan sanksi yang diberikannya kepada Korut. PBB juga mengancam akan memberi sanksi yang lebih berat apabila Korut kembali melakukan peluncuran roket.
[ian]
BERITA TERKAIT: