
Pemerintah Filipina akhirnya menyetujui kerangka kesepakatan perjanjian damai dengan kelompok pemberontak, Front Pembebasan Islam Moro, MILF. Sedangkan penandatanganan perjanjian damai itu sendiri akan ditandatangani dalam waktu dekat ini.
Kesepakatan ini merupakan buah dari negosiasi alot diantara kedua belah pihak yang berlangsung selama 20 tahun, sekaligus mengakhiri konflik yang telah terjadi sekitar 40 tahun terakhir.
"Kerangka kesepakatan ini merupakan sebuah kebangkitan kita atas prasangka-prasangka yang ada selama ini. Selain itu, kesepakatan ini juga menjadi langkah untuk mengesampingkan rasa saling tidak percaya yang terjadi di masa lalu," ujar Presiden Filipina, Benigno Aquino, dalam pernyataan di Istana yang disiarkan langsung oleh televisi nasional dan dilansir
BBC (Minggu, 7/10).
Salah satu hal yang akan diatur dalam perjanjian damai itu diantaranya adalah pembentukan kawasan otonomi baru di kawasan selatan, tempat berdiam banyak penduduk Filipina yang memeluk agama Islam. Kawasan otonomi baru ini nantinya akan dinamakan dengan Bangsamoro.
Konflik berkepanjangan antara pemerintah Filipina dengan pemberontak Moro telah mengakibatkan kegiatan ekonomi di kawasan tersebut lumpuh dan tidak berkembang. Selain itu, konflik kedua belah pihak ini telah menewaskan sedikitnya 120 ribu jiwa.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: