Insiden Jumat ini diluar perkiraan pemerintah Pakistan, pasalnya pemerintah setempat telah mengumumkan hari itu sebagai hari libur nasional bagi protes terhadap film yang menghina Nabi Muhammad di seluruh Pakistan.
Demonstrasi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi kerusuhan saat demonstran berusaha menyerbu kompleks diplomatik AS di Kota Islamabad, Karachi, Peshawar dan Lahore. Sejumlah kendaraan, pos polisi gedung bioskop, bank, toko dan restoran turut terbakar dalam peristiwa itu.
Di Karachi, demonstrasi berubah menjadi ajang pertumpahan darah saat polisi berupaya untuk membubarkan kerumunan orang yang berpawai menuju Konsulat AS di kota itu. Insiden itu mengakibatkan sedikitnya 12 orang, termasuk dua prajurit, tewas dan lebih dari 110 orang cedera. Demikian sebagaimana diberitakan
Xinhua (Sabtu, 22/9).
Sementara demonstrasi di Peshawar mengakibatkan sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 40 orang cedera. Sedangkan Lahore menjadi kota yang tidak terlalu parah dilanda gelombang protes film anti Islam itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: