Penambahan ini merupakan upaya dari pemerintah AS untuk mempercepat pencarian pelaku pembunuhan Duta Besar AS dan tiga orang warga AS saat demo anti film Nabi Muhammad berlangsung di Libya.
AS sempat mengalami kesulitan dalam melakukan penyelidikan, ini dikarenakan masih kacaunya pasukan keamanan pasca revolusi di Libya dan terbatasnya intelejen AS disana. Demikian sebagaimana diberitakan
BBC (Sabtu, 15/9).
Kali ini, AS telah mengirimkan tim investigasi dari FBI, yang nantinya akan mencoba melacak simpatisan Al Qaeda yang diyakini AS bertanggung jawab atas demonstrasi memprotes video anti Islam, yang berujung pada penyerangan konsulat AS di Benghazi.
Pejabat intelejen AS mengatakan bahwa indikasi awal menunjukan bahwa serangan itu dilakukan bukan oleh kelompok utama Al Qaeda, tetapi oleh simpatisannya.
Salah satu tersangka utama adalah kelompok militan yang berbasis di Libya, Ansar al Shariah, yang dipimpin oleh mantan tahanan Guantanamo, Sufyan bin Qumu.
Namun demikian, kelompok ini membantah bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, tetapi mengakui bahwa anggotanya berada di lokasi protes di sekitar konsulat saat peritiwa itu terjadi.
[ian]
BERITA TERKAIT: