Hal tersebut disampaikan Hollande saat bertemu dengan Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras di Paris, Perancis, Sabtu (25/8). Pertemuan tersebut bertujuan untuk membicarakan rencana penyelamatan Yunani. Hollande meminta agar Yunani mampu memperlihatkan kredibilitas rencana yang akan membebaskan mereka dari kesulitan ekonomi. Demikian sebagaimana diberitakan
VOA (Minggu, 26/8).
Disisi lain Samaras yakin bahwa Yunani mampu bertahan di zona euro.Bamun demikian, Samaras memberi tahu para pemimpin Eropa, bahwa Yunani butuh waktu lebih banyak untuk memberlakukan potongan belanja besar-besaran sebagaimana yang didesakkan oleh Uni Eropa sebagai imbalan bagi bantuan finansial.
Pertemuan di Paris ini terjadi menyusul pembicaraan Samaras di Berlin, pada Jumat (24/8), dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Baik Merkel maupun Hollande sepakat untuk menunggu laporan kemajuan dari usaha reformasi Yunani, yang akan diterbitkan pada bulan depan, sebelum memutuskan apakah permohonan Yunani untuk waktu dua tahun bagi pemenuhan sasaran finansialnya akan dipenuhi.
Meskipun Yunani tengah menghadapi pengangguran sebanyak 23 persen dan resesi yang sudah berlangsung lima tahun, Smaras yakin Yunani mampu bertahan setidaknya hingga Oktober tahun ini. Tetapi sesudah itu, lanjut Smaras, Yunani akan bergantung pada paket penyelamatan ekonomi.
[ian]