Jenderal Feituri tewas ditembak oleh sekelompok orang bersenjata yang tiba-tiba keluar dari sebuah mobil dan menghujani para jemaah shalat Jumat, yang akan kembali ke rumah, dengan peluru. Hingga saat ini belum diketahui secara jelas identitas para pelaku penembakan tersebut.
"Tidak lama kemudian, dia meninggal dunia, " ujar sumber keamanan Libya, sebagaimana dilansir
BBC (Sabtu, 11/8).
Jenderal Feituri merupakan seorang perwira tinggi pertama yang membelot ke kubu oposisi ketika muncul gerakan melawan rezim Muammar Khadafi pada tahun lalu. Dan setelah rezim tumbang, Jenderal Feituri diangkat sebagai jenderal yang membawahi urusan logistik dan persenjataan angkatan bersenjata.
Jenderal Feituri bukanlah korban pertama dalam aksi kekerasan yang justru muncul usai Khadafi tumbang ini. Sebelumnya pada hari Minggu lalu, mantan ketua intelijen militer, Kolonel Suleiman Bouzrida juga tewas ditembak ketika akan salat Subuh. Bouzrida juga merupakan seorang yang membelot ke kubu pemberontak pada saat terjadi perlawanan terhadap pemerintah Khadafi.
[ian]
BERITA TERKAIT: