Dalam perjanjian, yang merupakan buah dari hasil pembicaraan yang dilakukan selama berbulan-bulan ini, disepakati bahwa AS dan Brasil akan memberi bantuan teknis termasuk pantauan satelit atas ladang-ladang koka, tumbuhan yang daunnya dijadikan bahan dasar pembuatan kokain di Bolivia.
Pejabat senior Kedubes AS di La Paz, John Creamer mengatakan kesepakatan ini sangat penting dalam meningkatkan upaya pemberantasan narkotika.
"Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparat keamanan Bolivia untuk memantau perkebunan koka dan meningkatkan kerjasama teknik dan sains (dengan AS dan Brazil)," kata Creamer.
Meski telah menyepakati perjanjian untuk menekan produksi kokain ilegal tersebut, Menteri Dalam Negeri Bolivia Wilfredo Chavez tetap mendesak AS dan Brasil untuk menghormati kebiasaan tradisional warga Bolivia yang gemar mengunyah koka, untuk keperluan kesehatan dan ritual keagamaan bagi budaya Andes.
Bolivia sejauh ini dikenal sebagai penghasil kokaine ketiga terbesar di dunia dan pasar utama kokain Bolivia adalah Brasil. Bahkan Presiden Bolivia Evo Morales adalah mantan petani koka dan kini masih menjabat sebagai Ketua Federasi Petani Koka Bolivia.
[arp]
BERITA TERKAIT: