Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

150 Tahun Nommensen ke Tanah Batak Diperingati di Jerman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 10 Oktober 2011, 17:11 WIB
150 Tahun Nommensen ke Tanah Batak Diperingati di Jerman
il nommensen
RMOL. Ratusan warga Jerman berbaur dengan warga negara Indonesia memperingati 150 tahun kehadiran misi Kristen Protestan Jerman di tanah Batak (1861-2011).

Peringatan dilakukan pada Jumat (7/10) di kota kecil Wuppertal bagian barat Jerman, kota asal misionaris Ingwer Ludwig Nommensen sebelum menginjil ke tanah Batak dan berhasil meletakkan pondasi berdirinya Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Nommensen meninggal di Tanah Batak pada 23 Mei 1918 dalam usia 84 tahun, dan dimakamkan di Sigumpar, Toba Samosir. Karena pengabdiannya, oleh suku Batak Nommensen dijuluki Apostel (rasul).

Ibadah Ucapan Syukur digelar di sebuah Gereja di Wuppertal tempat Nommensen dikukuhkan sebelum diberangkatkan ke tanah Batak. Acara dilanjutkan pada hari Sabtu (8/10) dengan simposium  yang mengulas tentang hubungan antara agama, gereja, adat dan wanita, yang juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PGI, Gomar Gultom. Demikian keterangan Ernest Hadinoto, Sekretaris I Pensosbud KJRI Franfkurt kepada Rakyat Merdeka Online.

Peringatan ini juga dihadiri oleh Walikota Wuppertal, Mrs Silvia Kaut dan Julia Besten, Direktur Vereinte Evangelische Mission, lembaga misi yang mengirimkan Nommensen ke tanah Batak. Walikota Silvia Kaut dalam sambutannya menyatakan sangat senang bahwa kota kecil ini ternyata terkenal dan bersejarah bagi masyarakat Batak. Pihaknya sangat berterima kasih dengan kiprah lembaga misi VEM yang dapat memperkenalkan kota ini ke pelosok dunia, bahkan sampai ke tanah Batak.

Konsul Jenderal RI Frankfurt, Damos Dumoli Agusman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai orang yang berasal dari etnis Batak merasakan sekali kontribusi misi Kristen Jerman ke tanah Batak karena misi tersebut berhasil mentransformasikan masyarakat Batak yang semula eksklusif dan terbelakang secara sosial menjadi masyarakat modern dan berpendidikan. Konjen Damos di hadapan keturunan para penginjil  yang hadir, menyampaikan terima kasih dan mengucapkan "Ich danke dir Gott, dass du ihr zu uns gesendet hat" (Terima kasih Tuhan karena telah mengutus mereka ke tanah kami).

"Banyak pelajaran yang berharga yang kita peroleh dari Nommensen khususnya tentang masalah yang dihadapi berbagai negara saat ini tentang masalah integrasi sosial. Nommensen adalah orang asing yang berhasil berintegrasi dengan masyarakat Batak tanpa harus meninggalkan identitas Jermannya," ujar  Damos.

Teladan Nommensen, lanjut Konjen Damos, telah diikuti oleh masyarakat Indonesia di Jerman yang mampu berintegrasi dengan masyarakat setempat tanpa harus meninggalkan identitas Indonesianya.

"Dengan semangat integrasi Nommensen ini maka kehadiran ribuan masyarakat Indonesia di Jerman sebagai orang asing tidak perlu dikuatirkan sebagai persoalan sosial keimigrasian apalagi sebagai ancaman, melainkan harus dimaknai sebagai bentuk hubungan historis. Hubungan antara penduduk Jerman dan Indonesia yang sudah 150 tahun jauh lebih lama daripada hubungan antar pemerintah yang tahun depan baru memasuki usianya yang ke 60," kata Damos Agusman.

Di Tanah Air, juga tengah berlangsung rangkaian ibadah perayaan syukur atau Pesta Jubileum 150 Tahun HKBP yang dilakukan oleh seluruh jemaat HKBP di wilayah masing-masing. Puncak perayaan secara nasional direncanakan pada 4 Desember di Gelora Bung Karno, Jakarta.[ald] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA