Soal Perundingan, Palestina Tuding Israel Tolak Usul Obama

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 28 September 2011, 10:16 WIB
RMOL. Keputusan Palestina berjuang untuk mendapatkan pengakuan di Dewan Keamanan sebagai negara merdeka dan bukan dengan melalui perundingan dengan Israel adalah sebuah langkah yang tepat.

Sebab, menurut juru runding Palestina, Saeb Erekat, penyebab mandeknya perundingan antara Israel dan Palestina pada akhir september 2010 lalu karena pembangunan pemukiman yahudi yang tak kunjung berakhir di wilayah Palestina.

Dan celakanya lagi, Kementerian Dalam Negeri Israel telah merilis akan membangun 1100 rumah baru di Gilo, Jerusalem Timur.  Padahal Presiden Amerika Serikat Barack Obama beberapa waktu telah memperingatkan bahwa pembangunan rumah di wilayah pendudukan akan mempersulit dimulainya kembali perundingan damai.

Dengan pembangunan pemukiman baru ini, menurut Saeb Erekat, sama saja dengan menolak usul perundingan damai yang digulirkan oleh Barack Obama. Sebelumnya Obama meminta kepada Pemerintah Palestina untuk menyelesaikan masalah kemerdekaannya melalui jalan perundingan dengan Israel.

"Dengan adanya rencana pembangunan ini, Israel menjawab usul perundingan damai Obama dengan 1100 kata tidak," ujar Erekat sebagaimana dikutip AFP (Rabu, 18/9). [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA