Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengajukan diri menjadi anggota penuh PBB pada pekan depan. Ia juga mengatakan bahwa negara Palestina yang diajukannya ke Dewan Keamanan PBB tersebut didasarkan pada batas perjanjian tahun 1967 dengan Yerussalem Timur sebagai ibukotanya.
"Kami akan mewujudkan keinginan ini dan mengakhiri penderitaan yang telah berlangsung lama. Kami ingin seperti warga dunia lain yang bisa menikmati kebebasan dan kemerdekaan di wilayah negara Palestina," kata Presiden Abbas dalam pidatonya di Ramallah yang disiarkan ke seluruh Palestina, sebagaimana dilansir
BBC (Sabtu, 17/9).
Namun demikian, usaha dari Palestina ini akan diganjal Amerika Serikat yang diprediksi akan memveto usaha Palestina tersebut. Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai sekutu terdekat dari Israel.
Menurut pihak Amerika Serikat upaya sepihak dalam membentuk negara akan mengurangi kemungkinan perundingan yang hangat. Bila Palestina melakukan upaya sepihaknya maka pemerintah AS, melalui Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice, memastikan akan memveto langkah Palestina tersebut.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: