Ditemukan lebih dari 200 mayat dibiarkan membusuk di Rumah Sakit Abu Salim di Tripoli saat pertempuran sengit antara peberontak dan pasukan Khadafi berlangsung di kota tersebut. Mayat-mayat tersebut tergeletak di tempat tidur serta di lorong-lorong Rumah sakit tersebut.
Para dokter dan perawat yang bekerja di rumah sakit itu melarikan diri setelah bentrokan meletus, sehingga menyebabkan pasien di rumah sakit tersebut terlantar dan sebagian korban tewas karena tidak ada yang merawat. Meski demikian, ada anggapan dari warga sekitar yang menyebutkan bahwa pasukan Khadafi telah membunuh orang-orang di rumah sakit itu, namun anggapan ini belum memiliki dasar yang kuat.
"Semua staf lari dan korban luka parah pun dibiarkan tergeletak di rumah sakit itu hingga meninggal," ujar salah satu saksi mata yang tidak disebutkan namanya, sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 27/8).
Belum diketahui secara detail inisial para korban tewas itu, tapi sebagian besar dari korban tersebut adalah warga sipil, orang-orang yang terlibat dalam pertempuran, serta beberapa lainnya seperti tentara bayaran berkulit hitam.
Rumah Sakit Abu Salim sempat diduduki oleh para penembak jitu dari pasukan Khadafi pada Sabtu pekan lalu, sebelum akhirnya diambil alih oleh pasukan anti Khadafi pada hari Kamis lalu melalui sebuah pertempuran sengit.
[ald]
BERITA TERKAIT: