Dalam pesan audionya, Khadafi mengancam akan menggempur Rropa sebagai aksi balas dendamnya terhadap serangan NATO di Libya.
Pesan Khadafi ini disampaikan setelah sebelumnya Perancis mengkonfirmasi bahwa mereka telah memasok senjata kepada pasukan pemberontak di Libya. Perancis melalui menteri luar negerinya, Alain Juppe, mengatakan bahwa pengiriman senjata tersebut dimaksudkan untuk membekali warga sipil dalam mempertahankan diri dari pasukan Khadafi.
Menurut Khadafi, Libya bisa menjadi sebuah bencana bagi Eropa jika Eropa tidak segera menghentikan aksi kekerasannya di Libya. Libya, lanjut Khadafi, akan menargetkan rumah-rumah, kantor pemerintahan, dan bahkan warga sipil sebagaimana Eropa melakukan hal serupa di Libya.
"Sebaiknya Anda (NATO) mundur sebelum bencana datang menghampiri Anda," ancam Khadafi dalam seruannya seperti dilansir CNN (Sabtu, 2/7).
Pesan Khadafi ini juga menanggapi keluarnya surat penahanan dari International Criminal Court (ICC) untuk menahan Khadafi, anak Khadafi Saif al Islam, dan ketua intelejen Libya Abdullah al Sanoussi atas tuduhan kejahatan kemanusiaan di Libya. Jaksa penuntut internasional menuduh tentara pemerintah telah menembaki rakyat sipil yang melakukan unjuk rasa anti Khadafi awal tahun ini.
[ald]
BERITA TERKAIT: