Perdana Menteri Libya, Baghdadi Al Mahmudi mengatakan hal tersebut dalam sebuah jumpa pers yang berlangsung di Tripoli.
"Pintu kami terbuka untuk semua dan kami melakukan kontak dengan semua kelompok, " kata Baghdadi Al Mahmudi seperti dikutip dari
BBC (Sabtu, 18/6).
Baghdadi menyebutkan, pemerintah sejumlah negara yang menjadi lokasi pertemuan itu mengetahui proses pertemuan tersebut. Ia juga memastikan bahwa pertemuan tersebut direkam.
"Kami dapat memastikan sejumlah pertemuan itu berlangsung di Mesir, Prancis, Norwegia dan Tunisia. Tapi, kami tidak bisa menyebutkan nama-nama perwakilan dari kelompok pemberontak yang hadir dalam pertemuan tersebut," katanya.
Pernyataannya dibenarkan oleh utusan Rusia yang berkunjung ke Libya, Mikhail Margelov, yang mengatakan bahwa pemerintah Libya telah melakukan sejumlah pertemuan dengan kelompok pemberontak di sejumlah kota di Eropa.
Di sisi lain, pernyataan Baghdadi ini dibantah oleh kelompok pemberontak. Kepala Urusan Hubungan Internasional Dewan Transisi Nasional Mahmud Jibril memastikan bahwa tidak ada negosiasi yang melibatkan Dewan Transisi Nasional dengan pemerintah.
[ald]
BERITA TERKAIT: