Seperti dilansir BBC (Sabtu, 11/6), Hillary mengungkapkan kekhawatirannya saat berkunjung ke Zambia. Dia mengatakan bantuan dan praktik investasi Cina di Afrika tidak selalu memenuhi norma internasional tentang transparansi dan pemerintahan yang baik. Kunjungan Hillary Clinton ke Zambia ini merupakan bagian dari lawatan lima harinya ke negara-negara Afrika.
Hillary menambahkan bantuan dan investasi Cina di Afrika juga tidak menggunakan bakat warga Afrika dalam mengejar kepentingan bisnis RRC. Wartawan BBC, Brenda Marshall melaporkan kritiknya atas RRC oleh Hillary itu bisa dilihat sebagai kekhawatiran Washington atas Beijing yang sudah melangkah lebih dulu untuk ikut menikmati pertumbuhan ekonomi Afrika.
RRC menggunakan Afrika sebagai sumber bahan baku untuk mendukung ekonominya yang berkembang dan pada saat bersamaan membangun prasarana serta jaringan telepon genggam di Afrika. Selain itu RRC juga membeli lahan yang luas di Afrika untuk menanam bahan pangan. Berbeda dari kerjasama ekonomi dengan negara-negara Barat, RRC tidak mengkaitkannya dengan masalah lingkungan, korupsi, maupun hak-hak pekerja saat berhubungan dengan Afrika.
Kekhawatiran atas RRC itu dinyatakan Hillary usai menghadiri forum tentang kesepakatan dagang yang memberikan status bebas bea untuk ekspor dari Afrika ke pasar Amerika. Dia mengatakan tidak semua negara memanfaatkan kesepakatan itu secara maksimal dan mendesak Afrika untuk menggunakannya. Clinton juga mendorong para pemimpin Afrika, agar mencabut penghalang perdagangan, memerangi korupsi, dan mengembangkan kesempatan bisnis yang lebih besar, khususnya untuk kelompok perempuan.
[dem]
BERITA TERKAIT: