Menurut sumber
Al Jazeera yang tidak mau namanya diseÂbutkan, Mansour Hadi telah mengambil peran sebagai preÂsiden dan panglima tertinggi angÂkatan bersenjata. Abdullah Saleh telah tiba ke Arab Saudi, kemarin, untuk perawatan medis.
“Saleh telah diterbangkan ke ibukota Riyadh. Dari Bandara King Khalid Air Base, Presiden langsung dibawa ke rumah sakit militer,†kata sumber itu. Saleh, yang dievakusi dengan pesawat medis Saudi disambut seorang pejabat senior Saudi, berjalan dari pesawat, akan tetapi terlihat cedera pada leher, kepala dan wajahnya, kata sumber kedua kepada
Reuters.“Sebuah pesawat Yaman kedua yang menyertai Saleh membawa sekitar 35 orang. Pesawat ketiga diharapkan segera tiba,†kata sumber kedua. Meninggalkan Yaman pada waktu tidak stabil, biarpun untuk perawatan medis, dapat menyulitkan Saleh untuk memperoleh kembali kekuasaanÂnya dan dapat dianggap sebagai langkah pertama dalam penyeÂrahan kekuasaan.
Para pengunjuk rasa meraÂyakan kepergian Abdullah Saleh yang mereka sebut sebagai jatuhÂnya rezim Yaman, kemarin. “Hari ini, Yaman lahir kembali,†teriak puluhan pemuda di Lapangan Universitas Sanaa - yang dijuluki ‘Lapangan Perubahan’ - pusat aksi-aksi protes anti-rezim yang telah berkobar melawan kekuÂaÂsaan Saleh sejak Januari.
“Ini dia, rezim telah jatuh,†teriak lainnya. Sumber Istana Presiden hanya menegaskan keÂberangkatan Abdulah Saleh, yang berdasarkan konstitusi akan digantikan Mansour Hadi. Dia menjabat Wapres selama enam tahun, sejak 3 Oktober 1994
Serangan roket terhadap seÂbuah masjid di dalam kompleks istana, di mana Saleh dan para pejabat tinggi pemerintah sedang menghadiri shalat Jumat, meneÂwaskan tiga pengawal dan meluÂkai beberapa pejabat senior.
Beberapa laporan awal media meÂngatakan, Saleh tewas dalam seÂrangan itu, tetapi televisi pemeÂrintah Yaman dengan cepat meÂnyangÂkal tuduhan tersebut, dan meÂngatakan presiden dalam kondisi baik.
Protes-protes anti pemerintah terhadap Saleh, yang telah berÂkuasa selama 33 tahun, telah berlangsung hampir lima bulan. Protes baru-baru ini meningkat menjadi baku tembak antara loÂyalis Saleh dan ratusan anggota kelompok suku oposisi Yaman.
Lebih dari 120 orang telah teÂwas selama sepekan terakhir, mendorong Yaman ke ambang perang saudara.
Negara-negara besar dunia telah mendesak Saleh untuk menandatangani perjanjian yang diperantarai Teluk untuk mengÂakhiri hampir 33 tahun kekuaÂsaannya di salah satu negara paling miskin di dunia Arab itu.
[RM]
BERITA TERKAIT: