Wapres Yaman Ambil Alih Kursi Presiden

Luka Diterjang Roket, Presiden Abdullah Dirawat di Saudi

Senin, 06 Juni 2011, 06:50 WIB
Wapres Yaman Ambil Alih Kursi Presiden
Abd-Rabbu Mansour Hadi
Kecil Besar
RMOL. Posisi Presiden Yaman diambil alih Wapres Abd-Rabbu Mansour Hadi menyusul luka-luka yang dialami Presiden Ali Abdullah Saleh akibat serangan roket di Istana Presiden di ibukota Sanaa, Jumat (3/6).

Menurut sumber Al Jazeera yang tidak mau namanya dise­butkan, Mansour Hadi telah mengambil peran sebagai pre­siden dan panglima tertinggi ang­katan bersenjata.  Abdullah Saleh telah tiba ke Arab Saudi, kemarin, untuk perawatan medis.

“Saleh telah diterbangkan ke ibukota Riyadh. Dari Bandara King Khalid Air Base, Presiden langsung dibawa ke rumah sakit militer,” kata sumber itu. Saleh, yang dievakusi dengan pesawat medis Saudi disambut seorang pejabat senior Saudi, berjalan dari pesawat, akan tetapi terlihat cedera pada leher, kepala dan wajahnya, kata sumber kedua kepada Reuters.

“Sebuah pesawat Yaman kedua yang menyertai Saleh membawa sekitar 35 orang. Pesawat ketiga diharapkan segera tiba,” kata sumber kedua. Meninggalkan Yaman pada waktu tidak stabil, biarpun untuk perawatan medis, dapat menyulitkan Saleh untuk memperoleh kembali kekuasaan­nya dan dapat dianggap sebagai langkah pertama dalam penye­rahan kekuasaan.

Para pengunjuk rasa mera­yakan kepergian Abdullah Saleh yang mereka sebut sebagai jatuh­nya rezim Yaman, kemarin. “Hari ini, Yaman lahir kembali,” teriak puluhan pemuda di Lapangan Universitas Sanaa - yang dijuluki ‘Lapangan Perubahan’ - pusat aksi-aksi protes anti-rezim yang telah berkobar melawan keku­a­saan Saleh sejak Januari.

“Ini dia, rezim telah jatuh,” teriak lainnya. Sumber Istana Presiden hanya menegaskan ke­berangkatan Abdulah Saleh, yang berdasarkan konstitusi akan digantikan Mansour Hadi. Dia menjabat Wapres selama enam tahun, sejak 3 Oktober 1994

Serangan roket terhadap se­buah masjid di dalam kompleks istana, di mana Saleh dan para pejabat tinggi pemerintah sedang menghadiri shalat Jumat, mene­waskan tiga pengawal dan melu­kai beberapa pejabat senior.

Beberapa laporan awal media me­ngatakan, Saleh tewas dalam se­rangan itu, tetapi televisi peme­rintah Yaman dengan cepat me­nyang­kal tuduhan tersebut, dan me­ngatakan presiden dalam kondisi baik.

Protes-protes anti pemerintah terhadap Saleh, yang telah ber­kuasa selama 33 tahun, telah berlangsung hampir lima bulan. Protes baru-baru ini meningkat menjadi baku tembak antara lo­yalis Saleh dan ratusan anggota kelompok suku oposisi Yaman.

Lebih dari 120 orang telah te­was selama sepekan terakhir, mendorong Yaman ke ambang perang saudara.

Negara-negara besar dunia telah mendesak Saleh untuk menandatangani perjanjian yang diperantarai Teluk untuk meng­akhiri hampir 33 tahun kekua­saannya di salah satu negara paling miskin di dunia Arab itu.    [RM]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA