Hal itu disampaikan disampaikan Helmy dalam acara Silaturahmi dan Investor Gathering “Pagi Sore Group The Next Chapter”, di Jakarta, Rabu 21 Oktober 2026.
“Kenapa Thailand bisa ada 17.000 restoran di seluruh dunia, sedangkan Indonesia baru 1.700? Karena PM Thailand saat itu, Thaksin Shinawatra, memanggil para investor, banker, Thai Airways, petani-petani, termasuk diaspora yang ada di luar negeri. Mereka diminta membantu mengembangkan Thai food dan Thai restaurant, dengan dukungan kemudahan serta keringanan pembiayaan,” kata Helmy.
Menurut Helmy, dukungan tersebut dinilai membantu pengusaha restoran Thailand mengembangkan bisnis di luar negeri. Sementara di Indonesia, Helmy melihat peran pemerintah dalam mendorong ekspansi restoran nasional masih perlu diperkuat.
Lebih lanjut, Helmy mengungkapkan bahwa perkembangan restoran turut memberikan dampak ekonomi bagi petani dan pemasok bahan pangan, mulai dari beras, ayam, telur, hingga rempah-rempah. Karena itu, ekspansi restoran Indonesia ke luar negeri berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.
“Restoran bukan sekadar bisnis makanan. Industri ini menyerap banyak tenaga kerja dan menggerakkan rantai pasok yang luas,” kata Helmy yang dalam kesempatan tersebut juga dinobatkan sebagai brand ambassador dari restoran Pagi Sore.
CEO Pagi Sore, Erwin mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah tawaran untuk membuka cabang di luar negeri, antara lain Malaysia, Singapura, Italia, dan Australia.
Selain itu, Erwin juga siap membuka restoran di beberapa kota yang banyak dikunjungi masyarakat Indonesia seperti Makkah dan Madinah serta sejumlah kota di China, seperti Shanghai, Beijing, dan Shenzhen.
“Konsistensi rasa menjadi tantangan utama ketika restoran berekspansi ke banyak lokasi," kata Erwin.
BERITA TERKAIT: