Ngebet Bunuh Khadafi, Jenderal Inggris Minta NATO Bombardir Libya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 15 Mei 2011, 19:48 WIB
Ngebet Bunuh Khadafi, Jenderal Inggris Minta NATO Bombardir Libya
MOAMMAR KHADAFI/IST
RMOL. Panglima Angkatan Bersenjata Inggris Jenderal Sir David Richards meminta pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mengintensifkan serangannya ke infrastruktur di Libya, terutama fasilitas militer.

Tujuan dari serangan itu selain melemahkan pertahanan pasukan Moammar Khadafi, juga untuk membunuhnya.

Dalam pernyataannya seperti dikutip Daily Telegraph (Minggu,15/5),  David Richards menyarankan agar pasukan NATO memperluas target serangannya di negeri Afrika Utara tersebut.

"Target serangan sudah saatnya diarahkan terhadap infrastruktur Libia untuk melemahkan kekuasaan rezim Moammar Khadafi," katanya.

Pandangan  Richards ini kabarnya mendapat dukungan sejumlah pejabat senior NATO.  Meski mengusulkan perluasan target sasaran,  dia  menegaskan kalau Khadafi bukan target utama serangan itu. Namun tak menutup kemungkinan target sebenarnya dari serangan itu adalah untuk membunuh Khadafi.

"Resolusi PBB memperbolehkan NATO untuk menggunakan segala cara," tegas  Richards.

Sementara itu, Khadafi melalui siaran televisi pemerintah Libya menyampaikan pesan bahwa dirinya kini berada di tempat aman yang tak terjangkau serangan udara dari pasukan NATO tersebut.[dry]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA