Demikian hasil laporan rahasia yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Laporan ini semakin memperkuat kecurigaan dunia terhadap dugaan kerjasama nuklir Iran dan Korea Utara.
"Barang-barang yang terkait misil balistik yang dilarang diduga telah berpindah antara Korea Utara dan Iran melalui penerbangan reguler Air Koryo (Pesawat Korut) dan Iran Air(Pesawat Iran). Namun, Korea Utara juga menyewa pesawat (asing) jika dirasa barang yang akan dikirim mudah diketahui," demikian rilis laporan tersebut seperti dilansir
BBC (Minggu, 15/5)
Bila laporan itu benar maka PBB akan mengenakan sanksi bagi kedua negara tesebut. Sanksi yang disiapkan PBB itu antara lain melarang penjualan nuklir dan pertukaran teknologi antara Iran dengan Korea Utara, termasuk embargo persenjataan bagi kedua negara. Tidak hanya itu, PBB juga akan melarang transaksi dagang dengan sejumlah perusahaan Korea Utara, membekukan aset dan melarang warga Korea Utara untuk bepergian keluar negeri.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa kedua negara melakukan pertukaran melalui negara ketiga. Dugaan sementara negara ketiga itu adalah Cina. Terlibatnya Cina dalam perukaran teknologi nuklir Iran dan Korea Utara ini menyulut keprihatinan PBB atas komitmen Cina dalam mendukung sanksi terhadap Teheran dan Pyongyang terkait pengembangan program nuklir.
[yan]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: