Warga Belanda itu, Ruud SnoeÂren dan Terry Flohr, menuduh Obama melakukan kejahatan dengan memerintahkan pasukan AS menyerang Osama sehingga dia tewas. “Kami sangat marah. Ada seorang pembunuh yang teÂlah mengakui perbuatannya di televisi dan yang membuang bukÂti ke laut. Dan seluruh dunia meÂraÂyakan,†cetus Snoeren (30) yang berprofesi sebagai pengacara.
Kepolisian Tilburg mencatat pengaduan mereka. Namun keÂpada kedua pria itu dikatakan, kaÂsus itu berada di luar yurisdiksi mereka. Kepolisian pun menyaÂranÂkan Snoeren dan Flohr mengÂadu ke Pengadilan Kejahatan InÂternasional alias International CriÂminal Court (ICC) di Den Haag.
Kedua warga Belanda itu juga menegaskan, mereka tidak memÂbela Osama. Mereka berÂsikeras, pemimpin Al Qaeda itu memang seharusÂnya ditangkap untuk keÂmudian diadili, bukan dibunuh.
Di Washington DC, Obama meÂmutuskan untuk tidak merilis foto-foto mayat Osama, karena alasan keamanan nasional. Ada tiga foto orang deÂkat Osama yang beredar di internet. Mereka diyakini sebagai kurir kepercaÂyaan Osama. Arshad Khan, pemÂbantu terÂpercaya lainnya dan anak Osama Khalid, terbaring di genangan darah tanpa senjata.
Menangggapi keputusan ObaÂma, Senator Republik Lindsey GraÂham mengatakan, keputusan itu adalah sebuah kesalahan.
“SeÂluÂruh tujuan pengiriman pasukan AS ke tempat persemÂbuÂnyian OsaÂma, bukan pemboman udara. Ini untuk memperoleh bukÂti yang tak terbantahkan tentang keÂmaÂtian OsaÂma. Saya taÂhu Osama suÂdah mati. Cara terÂbaik melinÂdungi dan memÂperÂtaÂhankan keÂpenÂtingan kita deÂngan memÂbukÂtikan fakta itu ke duÂnia,†tanÂdas Lindsey.
[RM]
BERITA TERKAIT: