Dunga dkk mengaku tidak dibayar sama sekali dalam pertandingan ini. Justru mereka menganggap pertandingan tersebut sebagai balas budi Brasil karena sebelumnya mendapat bantuan pemulihan banjir dari Chechnya.
"Bagi kami ini adalah kebanggaan besar bisa berkumpul dan berbagi kebahagian kepada masyarakat (Chechnya)," ujar Dunga.
Menurut Kadyrov pertandingan ini diadakan untuk menunjukkan pada dunia bahwa Chechnya telah pulih dari konflik. Kadyrov ingin membuktikan bahwa pemberitaan asing mengenai keadaan buruk Chechnya adalah tidak benar.
"Mereka tulis di mana-mana tentang pembunuhan dan ledakan di Republik Chechnya," kata Kadyrov seperti dilansir
BBC Rabu (9/3).
Kadyrov merasa disudutkan terutama oleh Eropa. Ia dianggap sebagai boneka Putin di kawasan. Kini dia berhasil membuktikan, satu juta jiwa di wilayah Republik Chechnya sedang mengembangkan olahraga, pendidikan dan kebudayaan.
"Dan kita sedang membangun masa depan yang terhormat," tukas pemimpin 34 tahun itu.
[ald]
BERITA TERKAIT: