Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 17 September 2026, 11:35 WIB
Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target
Ilustrasi (Foto: Pertamina)
Kecil Besar
rmol news logo Langkah konsisten yang dijalankan oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dalam memaksimalkan produktivitas sumur migas eksisting kembali membuahkan hasil gemilang. 

Proyek optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 sukses mendongkrak produksinya hingga menyentuh angka 710 barel minyak per hari (BOPD) -- melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding target awal. Tidak hanya minyak, sumur ini turut memproduksi gas sekitar 0,8 juta standar kaki kubik gas per hari (mmscfd), melampaui target semula sebesar 0,5 MMSCFD pada 4 September 2026. 

General Manager Zona 10 PHKT, Darmapala, mengungkapkan bahwa pencapaian ini diraih lewat strategi pemanfaatan sumur existing melalui pembukaan kembali akses ke zona potensial di Sumur Sepinggan V-7 yang sebelumnya belum terserap secara maksimal.

"Upaya optimalisasi sumur-sumur migas existing menjadi strategi PHKT untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi migas melalui optimalisasi aset yang sudah beroperasi puluhan tahun dan sudah mature. Kami terus mengkaji setiap peluang pengembangan terus dikaji dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, efektivitas, efisiensi, dan keandalan operasi," jelasnya dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis 17 September 2026.

Darmapala menambahkan, keberhasilan tersebut memberi optimisme baru bahwa aset matang (mature) tetap menyimpan potensi besar untuk mendongkrak pasokan migas apabila dikelola lewat strategi yang tepat.

"Dengan strategi yang tepat, potensi produksi dari sumur V-7 berhasil dibangkitkan kembali dan dikembangkan untuk memberikan kontribusi bagi keberlanjutan produksi migas PHKT sejalan dengan visi dan misi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk usaha, untuk terus berkontribusi terhadap ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia," ujar Darmapala.

Proyek reaktivasi ini bermula dari kegiatan fishing guna menyingkirkan hambatan internal sumur. Usai jalur menuju zona potensial di kedalaman sekitar 13.000 kaki itu terbuka, tim melanjutkan rangkaian pekerjaan berupa workover (WO) serta perforasi pindah lapisan pada titik yang diyakini produktif. Respons yang ditunjukkan terbukti positif, di mana hasil uji produksi pada 1 September 2026 melampaui ekspektasi awal.

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan operasional yang dicetak oleh PHKT.

"Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dari target," ujar Haryanto.

Ia menilai pencapaian ini membuktikan keahlian PHKT dalam membaca celah potensi serta mengeksekusi pekerjaan secara presisi pada aset lama.

"Ke depan, kami akan terus mendorong upaya-upaya seperti ini. Harapannya, semakin banyak potensi yang bisa dioptimalkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi keberlanjutan produksi migas guna memenuhi kebutuhan energi nasional," tambah Haryanto.

Keberhasilan di Sumur Sepinggan V-7 sekaligus merefleksikan perpaduan optimal antara penguasaan teknologi, kompetensi teknis, serta kolaborasi lintas fungsi. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA