Wall Street Tertekan, Saham Chip Anjlok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 15 September 2026, 08:08 WIB
Wall Street Tertekan, Saham Chip Anjlok
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Tekanan saham teknologi dan produsen chip membuat Wall Street berakhir di zona merah pada perdagangan Senin, 14 September 2026, waktu Amerika Serikat.

Kekhawatiran terhadap pesatnya pengembangan kecerdasan buatan (AI) memicu aksi jual investor, sementara kenaikan imbal hasil obligasi AS menambah tekanan menjelang keputusan suku bunga The Federal Reserve pekan ini.

Indeks S&P 500 turun 0,48 persen ke 7.619,94, Nasdaq Composite melemah 0,56 persen menjadi 26.186,41, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,29 persen ke 52.421,17. Sektor teknologi menjadi penekan utama setelah turun 1,68 persen, dengan delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah.

Saham semikonduktor menjadi yang paling terpukul. Nvidia anjlok 3,4 persen, Micron Technology merosot lebih dari 5 persen, sementara Broadcom dan AMD masing-masing turun lebih dari 4 persen. Indeks PHLX Semiconductor Index juga jatuh 5,9 persen, meski masih mencatat kenaikan sekitar 57 persen sepanjang 2026.

Aksi jual saham AI terjadi setelah pimpinan perusahaan seperti Anthropic, OpenAI, dan xAI menyuarakan kekhawatiran mengenai keselamatan dan risiko perkembangan AI yang terlalu cepat. Pernyataan tersebut membuat investor kembali mempertanyakan prospek investasi besar-besaran di industri AI yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak Wall Street.

Tekanan semakin kuat setelah imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun sempat menembus 5 persen, level tertinggi sejak 2023. Kenaikan yield membuat obligasi lebih menarik sekaligus menekan valuasi saham, terutama sektor teknologi. Investor juga menanti keputusan The Fed pada Rabu, dengan pasar memperkirakan peluang sekitar 90 persen untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin di tengah kekhawatiran inflasi dan kenaikan harga minyak.

Di tengah tekanan tersebut, ServiceNow, Adobe, dan Workday justru menguat 4 persen hingga 7,4 persen. Sebaliknya, Bank of America anjlok 5,1 persen setelah CEO Brian Moynihan memperkirakan pendapatan investment banking turun setidaknya 10 persen pada kuartal III. 

Aktivitas perdagangan juga ramai dengan 15,3 miliar saham berpindah tangan, di atas rata-rata 14,8 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA