Harga Logam Global Bergerak Variatif, Emas Mulai Bangkit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 02 Oktober 2026, 07:58 WIB
Harga Logam Global Bergerak Variatif, Emas Mulai Bangkit
Ilustrasi (RMOL via Gemini)
Kecil Besar
rmol news logo Harga emas menguat tipis setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober. Pasar kini menanti data ketenagakerjaan AS yang akan menjadi petunjuk berikutnya bagi arah kebijakan moneter.

Harga emas spot naik 0,2 persen menjadi 4.165,29 Dolar AS per ons, merujuk laporan Reuters pada Jumat dini hari, 2 Oktober 2026. Sementara emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember ditutup menguat 0,4 persen menjadi 4.202,30 Dolar AS per ons.

Penguatan tersebut terjadi setelah data inflasi AS pada Agustus menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini membuat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun menjadi 31 persen, dari 45 persen sebelum data inflasi dirilis dan 69 persen sepekan sebelumnya.

Kenaikan emas masih tertahan oleh penguatan yield obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Penguatan Dolar AS juga membuat emas relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Tekanan terhadap emas juga masih terlihat dari kinerja September. Sepanjang bulan lalu, harga emas anjlok lebih dari 6 persen.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada laporan nonfarm payrolls AS untuk September yang dijadwalkan dirilis Jumat. Data tersebut berpotensi memengaruhi kembali ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.

Analis XM Trading Achilleas Georgolopoulos menilai emas masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek. Menurut dia, harga emas berpeluang kembali menguji level 4.000 Dolar AS per ons jika data tenaga kerja AS menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 0,2 persen menjadi 60,51 Dolar AS per ons. Platinum menguat 0,1 persen ke 1.707,56 Dolar AS per ons, sedangkan paladium justru anjlok 2,2 persen menjadi 1.178,57 Dolar AS per ons.

HSBC juga memangkas rata-rata proyeksi harga emas untuk 2026 dan 2027 masing-masing menjadi 4.490 Dolar AS dan 4.825 Dolar AS per ons. Bank tersebut memperkirakan emas masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek, meski harga dinilai mulai mendekati titik terendah.

HSBC memperkirakan bank sentral dapat kembali meningkatkan pembelian emas ketika harga melemah, terutama jika harga mendekati atau berada di bawah level 4.000 Dolar AS per ons. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA