Harga Minyak Naik Lagi di Tengah Serangan Iran-AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 02 September 2026, 09:37 WIB
Harga Minyak Naik Lagi di Tengah Serangan Iran-AS
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Harga minyak kembali memanas di tengah meningkatnya konflik AS dan Iran. Serangan terbaru kedua negara memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak global, terutama setelah aktivitas pelayaran di Selat Hormuz semakin terganggu.

Pada perdagangan Rabu, 2 September 2026, harga minyak mentah Brent berjangka terpantau naik 87 sen atau 0,92 persen menjadi 95,52 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 80 sen atau 0,89 persen menjadi 91,02 Dolar AS per barel.

Kenaikan tersebut melanjutkan lonjakan lebih dari 4 Dolar AS per barel pada perdagangan Selasa. Lonjakan itu menjadi kenaikan harian terbesar Brent sejak 24 Juli dan WTI sejak 23 Juli.

Tekanan terhadap harga minyak meningkat setelah AS melancarkan serangkaian serangan udara terhadap target di Iran pada malam sebelumnya. Iran kemudian merespons dengan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan minyak. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan mengatakan serangan AS akan semakin membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelum konflik mengangkut sekitar seperlima konsumsi minyak dunia.

Gangguan juga terjadi pada lalu lintas kapal tanker. Dua kapal tanker yang meninggalkan Selat Hormuz diserang pada Senin, sehingga perdagangan minyak terganggu dan pedagang mulai mencari jalur serta sumber pengiriman minyak mentah alternatif.

Kondisi pasokan semakin menjadi perhatian karena persediaan minyak mentah AS juga dilaporkan turun. Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS berkurang 2,6 juta barel dalam sepekan hingga 28 Agustus. Persediaan produk sulingan, termasuk diesel dan minyak pemanas, juga turun 265.000 barel.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA