Peredaan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga komoditas ini.
Harga minyak mentah Brent berjangka hari ini terpantau turun 1,24 Dolar AS atau 1,2 persen menjadi 104,59 Dolar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 1,14 Dolar AS atau 1,1 persen ke level 101,29 Dolar AS per barel. Sehari sebelumnya, kedua kontrak minyak tersebut telah anjlok sekitar 3 Dolar AS per barel.
Pelemahan harga ini terjadi setelah Arab Saudi menawarkan tambahan pengiriman minyak mentah ke sejumlah kilang di Asia melalui Oman. Pasokan tersebut akan dikirim menggunakan skema transfer dari kapal ke kapal (*ship-to-ship*) di lepas pantai Sohar, Oman. Langkah taktis ini terbukti membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi krisis pasokan akibat kerusakan pada pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi.
Sebelumnya, kekhawatiran gangguan distribusi sempat mendongkrak harga minyak ke level tertinggi dalam kurun waktu sekitar empat bulan.
Lonjakan tersebut dipicu oleh penghentian pemuatan minyak mentah di Yanbu —salah satu pusat ekspor utama Arab Saudi di Laut Merah— menyusul serangan yang merusak dua stasiun pompa pada jalur pipa Timur-Barat, di mana estimasi waktu perbaikan fasilitas vital tersebut masih belum dapat dipastikan.
BERITA TERKAIT: