Pada perdagangan Rabu, 2 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,40 persen atau 26,67 poin ke level 6.626,61. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,14 persen ke posisi 6.599,94 pada perdagangan Selasa.
Pada awal perdagangan, sebanyak 278 saham menguat, 90 saham melemah, dan 595 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp412,4 miliar dengan volume 632,4 juta saham dan frekuensi 56.270 transaksi. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sekitar Rp11.574 triliun.
Meski dibuka positif, IHSG menghadapi sejumlah risiko dari pasar global. AS kembali melancarkan serangan udara ke Iran pada Selasa, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah fasilitas AS di Timur Tengah.
Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global mengingat Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Kekhawatiran itu tercermin dari pergerakan harga minyak yang melonjak lebih dari 4 persen. Hal ini berpotensi kembali meningkatkan tekanan inflasi global dan membuat investor mencermati arah suku bunga.
Dari dalam negeri, sentimen IHSG juga bercampur. PMI manufaktur Indonesia kembali masuk zona kontraksi pada Agustus 2026 dengan level 49,8. Sementara inflasi Agustus tercatat 0,21 persen secara bulanan dan 3,19 persen secara tahunan.
BERITA TERKAIT: