Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, menekankan pentingnya melindungi anak dan remaja dari zat berbahaya yang dapat mengancam masa depan mereka. Hal tersebut disampaikan Netty dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-6 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Netty menyampaikan keprihatinannya atas kasus selebgram Julia Prastini alias Jule diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bandara Soekarno-Hatta terkait dugaan penyalahgunaan vape yang mengandung etomidate.
“Tentu ini menjadi cambuk bagi pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan juga BNN untuk segera mengatur regulasi tentang penggunaan vape ini,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat VIII tersebut.
Mengacu pada keterangan pakar kesehatan, Netty menjelaskan bahwa etomidate merupakan zat yang digunakan dokter anestesi dalam tindakan medis. Ia menyoroti potensi bahaya ketika zat tersebut digunakan dalam vape dan meminta pemerintah merespons persoalan ini melalui pembatasan yang tepat.
“Kita berharap pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan juga BNN mulai menyusun regulasi yang tepat untuk pembatasan penggunaan vape yang berisi etomidate,” tuturnya.
Netty juga mengingatkan agar penggunaan vape tidak dipandang anak muda sebagai penanda status sosial atau sekadar cara untuk terlihat bergaya. Menurutnya, anggapan tersebut dapat membuat generasi muda mengabaikan risiko yang mengancam masa depan mereka.
Ia menegaskan bahwa perlindungan generasi muda dari zat berbahaya merupakan bagian penting dalam menjaga bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Bonus demografi kita harus dilindungi dari berbagai zat berbahaya seperti itu,” tegasnya.
BERITA TERKAIT: