Dikutip dari data Bloomberg Rupiah bergerak ke Rp17.754 per Dolar AS, melemah 61 poin atau 0,34 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelaku pasar domestik maupun global masih menahan diri (wait and see) menanti rilis data inflasi resmi pekan ini.
"Data inflasi menjadi indikator krusial bagi bank sentral menentukan arah kebijakan moneter dan suku bunga. Inflasi yang terkendali memberikan ruang pelonggaran kebijakan, sedangkan inflasi tinggi berpotensi menahan suku bunga di level ketat," kata Ibrahim dalam riset hariannya.
Ibrahim menambahkan, pergerakan pasokan dan ketergantungan barang impor juga membayangi sentimen pasar menjelang rilis data perdagangan Agustus 2026. Tekanan pada Rupiah berisiko membengkakkan biaya impor bahan pangan domestik.
Ia memprediksi Rupiah di awal pekan ini akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah.
"Untuk perdagangan Senin, mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.690- Rp17.750. Dalam perdagangan untuk pekan depan di range Rp17.600-Rp17.900," tandasnya.
BERITA TERKAIT: